Kontrak jual beli kopra: lima pasal yang sering terlewat
Kontrak jual beli kopra yang gagal jarang gagal karena pasal yang aneh. Lebih sering ia gagal karena pasal yang tidak ada. Harga dan jumlah hampir selalu tertulis; yang hilang adalah hal-hal kecil yang baru terasa ketika barang tiba dan angkanya tidak cocok. Berikut lima pasal yang paling sering terlewat, dengan contoh kalimat yang bisa Anda ubah sesuai keadaan.
Catatan penting: ini kerangka pertanyaan dari sisi pembeli, bukan nasihat hukum. Naskah akhir perlu dibaca penasihat hukum Anda dan disepakati kedua pihak.
1. Dasar timbang
Berat kopra di gudang pemasok hampir pasti berbeda dari berat saat tiba, karena kadar air bergeser dan karena dua timbangan jarang sama. Kalau kontrak hanya menulis “20 ton”, tidak jelas 20 ton yang mana.
Contoh kalimat: “Jumlah dihitung dari berat neto saat tiba pada timbangan penerima yang telah ditera, dengan salinan karcis timbang diserahkan kepada pengirim.”
Bila kedua pihak menimbang, tulis juga apa yang terjadi pada selisih, misalnya batas persentase yang diterima dan siapa yang dipakai hasilnya di atas batas itu.
2. Metode uji dan dasar pelaporan
Angka mutu tanpa metode adalah janji yang tidak bisa diperiksa. Dua laboratorium dapat melaporkan kadar air berbeda untuk sampel yang sama bila metode atau dasar pelaporannya berbeda.
Contoh kalimat: “Kadar air diukur dengan [nama metode] dan dilaporkan atas dasar berat apa adanya; hasil laboratorium [nama] yang mengikat bila terjadi perbedaan.”
Isi tanda kurung dengan metode yang benar-benar dipakai kedua pihak. Kami sengaja tidak menuliskan nama metode atau angka batas, karena itu keputusan Anda dan pemasok.
3. Toleransi jumlah
Kopra jarang tepat sesuai pesanan. Truk atau kontainer punya muatan sendiri, dan lot jarang genap. Tanpa toleransi tertulis, kelebihan dan kekurangan kecil bisa menjadi alasan penolakan.
Contoh kalimat: “Jumlah pengiriman boleh lebih atau kurang sebesar [persentase] dari jumlah pesanan, dan harga dihitung dari jumlah yang benar-benar diterima.”
4. Batas waktu klaim dan biaya uji ulang
Klaim yang tidak punya batas waktu menggantung selamanya dan merugikan kedua pihak. Pembeli perlu waktu cukup untuk menguji, pemasok perlu kepastian kapan urusan selesai.
Contoh kalimat: “Klaim mutu diajukan tertulis dalam [jumlah] hari sejak barang diterima, disertai hasil uji dan kode sampel. Biaya uji ulang ditanggung pihak yang hasilnya terbukti keliru.”
Tambahkan di sini siapa yang menguji ulang, dari sampel yang mana, dan di laboratorium apa. Pasal ini erat dengan sampel pembanding yang disimpan saat penerimaan.
5. Definisi istilah lapangan
Kopra putih, hitam, dan asalan dipakai longgar. Dua pihak yang sama-sama menulis “kopra asalan” bisa membayangkan barang yang berbeda.
Contoh kalimat: “Yang dimaksud dengan kopra asalan dalam kontrak ini adalah kopra yang [definisi tertulis: cara pengeringan, batas benda asing, batas cacat].”
Jika pemasok tidak bisa menulis definisinya, itu informasi: istilah itu belum punya arti yang bisa Anda pegang.
Dua pasal pelengkap dalam kontrak jual beli kopra
Pasal berikut sering ada tetapi tipis, dan layak dibaca ulang:
- Titik serah dan perpindahan risiko. Siapa yang memuat, siapa yang menimbang, dan kapan risiko berpindah kepada pembeli.
- Dokumen. Daftar dokumen yang menyertai tiap pengiriman dan siapa yang menyiapkannya. Sebagai contoh, Kora mencantumkan daftar dokumen yang mencakup COA, phytosanitary certificate, certificate of origin, packing list, dan bill of lading.
Cara memakai daftar ini
Sebelum menerima draf kontrak dari pemasok, bandingkan draf itu dengan daftar pasal kontrak pembelian kopra yang kami sediakan. Tandai pasal yang belum ada, tanyakan alasannya, dan bawa hasilnya ke penasihat hukum Anda. Jangan menandatangani kontrak yang menjawab pertanyaan tentang harga tetapi diam tentang timbangan.
Contoh syarat dagang dari satu produsen
Kora, salah satu produsen yang dibahas di situs ini, mencantumkan Incoterm FOB atau CIF pelabuhan Indonesia dan pembayaran lewat L/C at sight, T/T, atau escrow, dengan D/P untuk pembeli yang sudah mapan. Ketentuan khusus ditulis dalam penawaran. Kirim kebutuhan Anda lewat halaman kontak: sebutkan grade, volume, dan pasal mana yang ingin Anda bahas lebih dulu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mengapa kontrak kopra harus menyebut dasar timbang?
Berat di gudang pemasok hampir selalu beda dengan berat saat tiba, karena kadar air bergeser dan dua timbangan jarang sama persis. Kontrak yang hanya menulis 20 ton belum jelas 20 ton yang mana. Tulis neto saat tiba di timbangan yang terverifikasi, dan cara menangani selisihnya.
Apa yang perlu ditulis kontrak kopra tentang metode uji?
Sebut metode, satuan, dan dasar pelaporan, misalnya apa adanya, sebab dua laboratorium bisa melaporkan kadar air berbeda untuk sampel yang sama. Tulis juga hasil laboratorium mana yang mengikat bila hasil kedua pihak berbeda. Metode dan batasnya diisi sendiri oleh pembeli dan pemasok.
Bagaimana kontrak kopra mengatur klaim mutu dan biaya uji ulang?
Wajibkan klaim mutu diajukan tertulis dalam sekian hari setelah barang diterima, dengan hasil uji dan kode sampel terlampir, dan biaya uji ulang ditanggung pihak yang hasilnya terbukti salah. Tulis juga siapa yang menguji ulang, dari sampel mana, dan di laboratorium mana.
Apa arti kopra asalan dalam kontrak pembelian?
Tidak ada artinya sebelum ditulis. Kopra putih, hitam, dan asalan dipakai longgar di lapangan, jadi definisikan istilahnya di kontrak: cara pengeringan, batas benda asing, dan batas cacat. Kalau pemasok tidak bisa menulis definisinya, istilah itu tidak bisa Anda tagih.